
SAMARINDA(GanggamPost) – Menjelang ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 yang akan digelar di Jakarta pada 1–8 November mendatang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menyusun strategi seleksi dan pengiriman atlet secara lebih selektif. Salah satu kebijakan yang diambil adalah memprioritaskan nomor-nomor tanding individu yang dinilai lebih berpeluang meraih medali.
“Kita lihat efisiensi anggaran sebagai peluang untuk lebih fokus. Nomor individu itu biasanya lebih mudah dibina secara intensif, dibanding cabor beregu,” ujar Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading, di Samarinda.
Menurut Rasman, strategi ini bukan semata-mata karena keterbatasan anggaran, melainkan juga berdasarkan hasil evaluasi prestasi pada event sebelumnya. Nomor tanding individu dinilai lebih efektif dalam mencetak atlet berprestasi karena pelatihan bisa dilakukan secara lebih terukur dan personal.
Meski demikian, Dispora Kaltim tidak serta-merta mengabaikan cabang olahraga beregu. Cabang seperti bola voli, basket, dan sepak bola tetap akan dipertimbangkan untuk diberangkatkan jika memang menunjukkan performa dan potensi yang menjanjikan.
“Kita lihat juga sejarah dan hasil pra-POPNAS mereka. Kalau memang cabor beregu itu punya kans meraih medali, tentu akan kita akomodasi,” tambah Rasman.
Kebijakan ini juga sejalan dengan rencana penerapan sistem promosi dan degradasi atlet yang sedang disiapkan oleh Dispora Kaltim. Atlet yang tidak menunjukkan progres atau potensi berprestasi akan digantikan oleh yang lebih layak, guna memastikan bahwa dana pembinaan digunakan secara efisien dan tepat sasaran.
Dispora Kaltim berharap strategi ini dapat mendongkrak pencapaian kontingen Kaltim di POPNAS 2025, sekaligus menciptakan sistem pembinaan yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil. (Adv Dispoora kaltim/yud)
![]()