
SAMARINDA (Ganggam post)— Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur akan kembali melakukan penilaian Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) pada 11–13 Juli 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penilaian ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam memetakan kualitas dan daya dukung ekosistem keolahragaan di wilayah Kalimantan Timur.
IPO merupakan instrumen pengukuran pembangunan olahraga yang sebelumnya dikenal sebagai Sport Development Index (SDI). Indeks ini dirancang untuk menghasilkan data akurat yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan strategis pembangunan olahraga.
“Kami akan menilai berbagai aspek, seperti partisipasi masyarakat, fasilitas, dan SDM olahraga. Hasil ini jadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan ke depan,” jelas Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A. Bagus Surya Saputra Sugiarta, di Samarinda.
Beberapa komponen utama yang akan dinilai dalam IPO meliputi kebugaran masyarakat, infrastruktur dan sarana olahraga, penyelenggaraan kegiatan, kompetisi, hingga ketersediaan pelatih dan tenaga keolahragaan. Penilaian ini juga mencerminkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap olahraga serta sejauh mana olahraga telah menjadi bagian dari budaya hidup warga.
Dispora Kaltim menargetkan hasil IPO Kukar dapat menjadi acuan dalam mendorong kabupaten/kota lainnya agar memperkuat pembangunan olahraga yang berbasis data. Di sisi lain, hasil penilaian juga akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor mana saja yang perlu ditingkatkan atau diintervensi.
Penilaian IPO ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh wilayah Kaltim sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju sistem olahraga yang sehat, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Kami berharap IPO menjadi pemicu semangat baru dalam membangun olahraga yang tidak hanya prestasi, tetapi juga partisipatif dan merata,” pungkas Bagus. (Adv Dispora kaltimyud)
![]()