
SAMARINDA (Ganggam Post) Saat bersaing di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara, tinju Kaltim membawa pulang tiga medali perunggu. Secara capaian, hal itu sudah lebih baik dari PON edisi sebelumnya di Papua, 2021 lalu. Kala itu, tim tinju Kaltim hanya membawa pulang sebuah perunggu.
Meski begitu, bagi ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kaltim Ismail Bolong, capaian itu belum memuaskan. Karena itu, dia meminta maaf kepada KONI Kaltim atas capaian tak optimal tersebut.
“Belajar dari capaian itu, kami ingin mengupayakan yang lebih baik, yakni melaksanakan pembinaan secara terpadu dan berkesinambungan,” jelasnya pada Rapat Kerja (Raker) Pengprov Pertina Kaltim. Kegiatan terlaksana di ruang rapat KONI Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, Minggu (15/6/2025).
Sementara itu, bagi Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma, untuk bisa mewujudkan hal tersebut, perlu peta jalan yang harus disusun untuk memastikan proses pembinaan berjenjang dan terukur. “Hal ini saya sampaikan ke semua cabor dalam setiap kesempatan. Road map menjadi kunci penting dalam memastikan semua pembinaan itu efektif dan efisien, dalam artian, prestasi bisa diraih maksimal dengan prosesnya yang berbobot dan tanpa celah,” urai
Baginya, prestasi esensinya tidak bisa dicapai dengan instan. Itu adalah buah dari perjuangan panjang, pembinaan berkelanjutan dan berjenjang. “Karena itu, pembinaan dan penjaringan atlet potensial akan kami laksanakan sejak dini, sehingga kelak, tinju Kaltim bisa diperhitungkan di berbagai event pada masa mendatang,” tegas pria yang karib disapa dengan singkatan namanya, IB, ini.
Untuk bisa menjangkau hal tersebut, perlu kerja sama yang baik antara semua pihak. Mulai pengurus, atlet, pelatih, masyarakat, hingga pemerintah daerah. Untuk mengukuhkan kerja sama itu, harus dimulai dengan menghadirkan program yang jelas.
Karena itulah, lewat raker tersebut, mereka akan membicarakan sejumlah hal. Mulai persiapan babak kualifikasi (BK) pekan olahraga provinsi (porprov), persiapan pekan olahraga pelajar daerah (popda), hingga membicarakan dinamika keorganisasian di internal Pengprov Pertina Kaltim.
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengapresiasi capaian tinju Kaltim yang terus meningkat dari PON ke PON. “Capaian itu adalah bukti ada upaya yang sudah dilaksanakan. Dengan begitu kita bisa percaya bahwa Pak IB memang sosok berkomitmen. Semoga bisa melanjutkan budi baktinya di periode berikutnya,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Pada kesempatan itu pula, Rusdi mengingatkan betapa pentingnya mengatur regulasi yang akan diterapkan di BK porprov maupun Porprov VIII/2026 Paser nanti. Sebab, KONI Kaltim sudah menegaskan aturan maksimal usia atlet yang bisa membela Kaltim di PON XXII/2028 Nusa Tenggara yakni berusia maksimal 30 tahun.
Tinju Kaltim punya catatan manis dalam partisipasinya di multiajang. Seperti di PON XXVIII/2012 Riau, di mana mereka berhasil membawa pulang dua medali emas. “Semoga di bawah kendali Pak IB, capaian itu bisa terulang di PON XXII/2028 Nusa Tenggara,” tuntasnya(Adv Dispora kaltim)
![]()