
SAMARINDA(GANGGAM Post) Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) diharapkan menjadi peluang besar bagi pemuda lokal untuk tampil dan berkontribusi. Namun kekhawatiran muncul ketika antusiasme generasi muda daerah justru dinilai belum sebanding dengan potensi yang tersedia.
Hal ini disampaikan oleh Rusmulyadi, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Ia menyayangkan minimnya respons pemuda Kaltim terhadap geliat pembangunan IKN yang justru banyak dimanfaatkan oleh talenta dari luar daerah.
“Banyak pemuda dari luar Kaltim datang dengan semangat tinggi. Sementara itu, anak-anak kita sendiri justru terkesan pasif. Jangan sampai hanya jadi penonton di kampung sendiri,” ujarnya, Senin (9/6/2025).
Menurutnya, IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi simbol pergeseran pusat aktivitas nasional yang menyimpan peluang karier, wirausaha, hingga kepemimpinan. Namun peluang tersebut hanya bisa diraih jika ada kesiapan dari para pemuda daerah.
Melihat kondisi ini, Dispora Kaltim mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan program bimbingan dan pelatihan (Binlat) yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pemuda lokal.
“Melalui Binlat, kami bantu mereka mempersiapkan diri. Baik itu yang ingin bekerja di sektor formal maupun berwirausaha. Intinya, jangan sampai kalah start dengan mereka yang datang dari luar,” kata Rusmulyadi.
Ia menegaskan bahwa peran pemerintah adalah memfasilitasi. Namun, keberhasilan tetap sangat bergantung pada motivasi dan usaha dari masing-masing individu.
“Peluang ini tidak akan berarti kalau tidak direspon serius oleh pemuda itu sendiri. Semangat, kerja keras, dan kesadaran diri adalah kunci,” tutupnya.
Program Binlat Dispora Kaltim kini terus berjalan dan terbuka bagi semua pemuda di wilayah Kalimantan Timur yang ingin bersaing dan berkontribusi di era baru IKN. (ADV Dispora kaltim /Ghib)
![]()