
SAMARINDA (Ganggampost) – Para pelajar di Kalimantan Timur (Kaltim) kini memiliki ruang yang lebih besar untuk menunjukkan potensi mereka dalam cabang olahraga bela diri. Melalui kejuaraan-kejuaraan yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, seperti pencak silat dan karate, bakat-bakat muda mendapatkan panggung yang layak untuk berkembang sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya olahraga daerah. Rabu (14/5/25).
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta, menegaskan, kejuaraan ini tak hanya sebatas ajang kompetisi, tetapi juga menjadi jalur pembinaan jangka panjang menuju level nasional.
“Kami akan terus memantau para juara dan berusaha membawa mereka ke tingkat nasional,” ujarnya.
Kejuaraan bela diri ini memberikan kesempatan bagi pelajar se-Kaltim untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah daerah dalam membina atlet sejak usia dini dan membangun fondasi olahraga yang kuat.
“Ke depan, kami akan terus menggelar kejuaraan seperti pencak silat dan karate yang telah dilaksanakan,” tambahnya.
Menariknya, selain fokus pada bela diri populer, Dispora Kaltim juga memperluas perhatian ke cabang olahraga tradisional. Pendekatan ini menyasar pelestarian budaya sekaligus memperkaya pengalaman olahraga generasi muda.
“Kami ingin pelajar mengenal dan mencintai berbagai jenis olahraga,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan harapan agar kejuaraan ini menjadi pemantik semangat masyarakat terhadap olahraga, terutama di kalangan anak-anak muda.
“Kami berkomitmen untuk menumbuhkan cinta masyarakat terhadap olahraga, terutama pencak silat dan karate,” tutupnya.
Dengan semangat kolaboratif ini, Dispora Kaltim mengarahkan fokusnya pada pelajar sebagai agen utama pembaruan dan pelestarian budaya olahraga. Diharapkan, ke depan olahraga menjadi bagian dari gaya hidup yang tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga membentuk karakter dan mental generasi penerus Kaltim. (yud)