+62-821-5480-8229

Header Dispora Kaltim

Dispora Kaltim Gencarkan Budaya Olahraga Lewat Program IPO dan Kompetisi Tahunan

SAMARINDA(Ganggampost)– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus menggencarkan upaya menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meluncurkan program Indeks Pembangunan Olahraga (IPO), sebagai alat ukur untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi publik dalam dunia olahraga.
Suriani, perwakilan dari Seksi Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kaltim, menyebutkan, IPO mencakup sembilan dimensi penting.

“Setiap dimensi memainkan peran penting dalam pengembangan olahraga di wilayah ini,” ujarnya.
Pada tahap awal, lima kabupaten/kota dipilih sebagai wilayah uji coba.

“Kami memilih Balikpapan, PPU, Kutai Timur, dan Kutai Barat untuk mengukur indeks pembangunan olahraga di Kaltim,” tambahnya, seraya menyampaikan rencana ekspansi program ke lebih banyak daerah tahun depan.
Upaya membudayakan olahraga juga dilakukan lewat kompetisi rutin tahunan dengan cabang yang bervariasi.

“Tiap tahun kami menyelenggarakan kompetisi dengan cabang yang berbeda. Tahun lalu ada panjat tebing dan sepatu roda, tahun ini kami fokus pada pencak silat dan karate, sementara judo direncanakan untuk tahun depan,” katanya.
Menurut Suriani, minat masyarakat terhadap olahraga cukup tinggi.

“Kami mencatat permintaan agar setiap tahun ada pergantian cabang olahraga, yang menunjukkan minat yang besar dari masyarakat,” jelasnya.
Partisipasi pelajar juga menjadi fokus penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

“Namun, informasi yang terlambat mengenai pencak silat membuat banyak yang tidak dapat berpartisipasi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya peran kompetisi sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya olahraga.

“Kami berupaya mengintegrasikan olahraga dalam budaya masyarakat melalui program IPO dan kompetisi,” ungkapnya.
Suriani pun berharap seluruh program ini bisa memberi dampak luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam peningkatan minat, tetapi juga kesehatan.

“Kami ingin menumbuhkan budaya olahraga dan meningkatkan minat berolahraga, karena survei menunjukkan bahwa minat masyarakat masih di bawah 50 persen,” tutupnya. (Adv Dispora kaltim/yud)

Kadispora Kaltim

Populer

Solverwp- WordPress Theme and Plugin