+62-821-5480-8229

Buku Danau Kaskade Mahaham Yang Ditulis Mislan Segera terbit

SAMARINDA (GanggamPost)  Danau Kaskade Mahakam merupakan salah satu danau paparan banjir tropis terpenting di Indonesia, yang tidak hanya menyimpan kekayaan ekologis, tetapi juga menjadi penyangga utama kehidupan sosial, ekonomi, dan Budaya masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.

Itulah antara lain manfaat danau Kaskade Mahakam, untuk kehidupan manusia dan makhluk lainnya, tutur Dr. Mislan,M.Si, dosen fisika Universitas Mulawarman yang juga peduli lingkungan hidup di Kalimantan Timur (Kaltim), saat dijumpai 28 Juni 2026 di kampusnya.

Danau Kaskade Mahakam, terdiri dari 20 danau  antar lain danau besar, yakni Danau Jempang (15000 Ha), danau Semayang (13000 Ha), danau Melintang (11000 Ha), dan 17 danau lainnya seperti danau Wis, danau Perian, danau Kedang Murung, dan lain-lainnya

Danau Kaskade Mahakam berada di wilayah  kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, kabupaten Kutai Kartanegara(Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) dan di kecamatan Penyinggahan, Jempang, Bongan, Muara Pahu kabupeten Kutai Barat (Kubar). Kaltim, jelas Mislan, figur penyinta danau dan sungai kelahiran Kediri Jawa Timur 17 Mei 1968 itu

 

Dr. Mislan,M.Si,

Terkait dengan penulisan buku berjudul: Menjaga Danau Kaskade Mahaham. Dirinya mengatakan ditulis bersama team sebagai upaya untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif, utuh, dan berbasis ilmu pengetahuan, mengenai karakteristik, fungsi, permasalahan, serta arah pengelolaan danau Kaskade Mahakam.

Danau tidak dipandang semata sebagai bentang alam perairan, melainkan sebagai sistem sosio-ekologis yang hidup, tempat bertemunya air, tanah, organisme, dan manusia dalam satu dinamika yang saling memengaruhi.

Dalam konteks hidrologi, Danau Kaskade Mahakam berperan sebagai retarding basin (kolam penahan) alami yang menahan dan melepaskan air banjir secara perlahan, sehingga membantu mereduksi/mengurangi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Mahakam,

“Bukunya masih dalam proses, nanti kalau terbit dilucurkan, Anda saya undang”Candanya, sembari tersenyum.

Namun, dirinya menyadari buku itu masih memiliki keterbatasan “Kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama. Begitu ya” pungkas figur yang sejak 2006 sudah malang- melintang sebagai narasumber lingkungan hidup di pemerintah daerah maupun pusat juga di pihak  -pihak dunia usaha yang signifikan berkaitan dengan lingkungan hidup. (Misman))

 

Loading

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on pinterest
Pinterest
Share on print
Print

Solverwp- WordPress Theme and Plugin